Tampilkan postingan dengan label Mitos. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Mitos. Tampilkan semua postingan

Kamis, 09 Agustus 2012

8 Mitos Tentang Perawatan Kecantikan

 Banyak mitos yang beredar di dunia kecantikan, namun hanya sedikit yang tepat. Sayangnya, tak jarang wanita terjebak dalam mitos yang keliru sehingga justru merusak penampilannya.



Apakah Anda pernah mengikuti delapan mitos yang dilansir Real Simple berikut ini? Jika ya, sebaiknya segera tinggalkan dan bealihlah pada tips kecantikan yang tepat.



1. Duduk Sambil Menyilangkan Kaki Membuat Varises

Duduk sambil menyilangkan kaki tidak akan menyebabkan varises. Justru orang yang mempunyai pekerjaan yang mengharuskan mereka banyak berdiri, lebih mudah terkena varises karena pada saat berdiri, jaringan pembuluh darah bekerja ekstra keras untuk memompa darah dari kaki ke jantung. Jika katup yang menjaga darah mengalir dalam satu arah pembuluh Anda tidak berfungsi dengan baik, penyatuan darah dapat terjadi dan mengakibatkan varises.



2. Selulit dapat Dihilangkan

Timothy Flynn, seorang profesor dermatologi klinis di University of North Carolina di Chapel Hill School of Medicine, menyatakan tidak ada yang bisa menghilangkan selulit secara permanen, bahkan sedot lemak sekalipun. Selulit terdiri dari timbunan lemak yang terjebak di antara band-fibrosa dan jaringan-jaringan di bawah kulit. Band-fibrosa menekan lemak di bawah kulit dan menghasilkan tekstur yang kental. Besar tidaknya jaringan gen dalam tubuh Anda mempengaruhi terlihatnya selulit atau tidak. Menghilangkan selulit secara permanen mustahil dilakukan, tapi Anda tetap bisa menyamarkan selulit tersebut dengan krim yang dijual di pasaran.



3. Mencukur Rambut Sebabkan Tumbuh Lebih Tebal dan Gelap

Rambut pada tubuh mempunyai sifat yang sama seperti rambut pada kepala, tebal di akar dan tipis pada pangkalnya. Mencukurnya, akan menyebabkan rambut pada akar tumbuh terlebih dulu sehingga terlihat tebal, namun setelah memanjang ujung bulu tersebut akan menipis. Mitos mencukur rambut akan mempertebal pertumbuhannya, tentu saja hal tidak benar karena pencukuran tidak akan mempengaruhi lebat, kepadatan maupun warna rambut tersebut. Begitulah penjelasan dari Heather Woolery-Lioyd, seorang dokter kulit dari Miami.



4. Mengoleskan Petroleum Jellyke Wajah di Malam Hari Mencegah Penuaan

Petroleum jelly adalah agen pelembab yang sangat kuat; memasukkan minyak ke dalam kulit dan mencegah pelembab keluar melalui penguapan. Krim ini memang bisa mencegah timbulnya keriput karena mampu menjaga kelembaban kulit, namun tidak bisa memperlambat proses penuaan.



5. Terlalu Sering Pakai Kuteks Membuat Kuku Kuning

Mitos ini ada benarnya, bukan karena zat kimia yang meracuni permukaan jari-jari Anda. Pori-pori pada kuku menyerap warna dari kuteks, terutama jika kuteks tersebut berwarna lebih gelap. Jadi untuk menghindari hal ini sebaiknya gunakan base-coat terlebih dulu sebelum mengaplikasikan kuteks.



6. Anda Dapat Mengubah Ukuran Pori-pori Kulit

Faktanya, ukuran pori-pori tidak bisa diperbesar maupun diperkecil, yang bisa dilakukan adalah membuat pori-pori terlihat kecil. Cara tradisional untuk mendapatkan itu adalah dengan memakai masker putih telur.



7. Menyisir Rambut Seratus Kali Sehari Membuat Rambut Bersinar

Justru hal ini malah membuat rambut Anda tidak sehat. Menyisir rambut sebanyak 100 kali dinilai terlalu banyak dan memicu timbulnya kerontokkan. Jika Anda ingin mendapatkan rambut yang bersinar, oleskan saja vitamin rambut.



8. Mengoleskan Body Butterdan Minyak Zaitun Menghilangkan Stretch Marks

Sayangnya ini hanya mitos, karena stretch marks berada di bawah jaringan kulit yang tidak bisa dijangkau oleh kedua krim tersebut. Stretch marks bisa dihilangkan dengan perawatan intensif di klinik kecantikan atau operasi, namun tidak bisa hilang total. (tia/ln)





Sumber : Jakartapress.com
Baca Selengkapnya....!!

Senin, 30 Juli 2012

Berbagai Mitos yang Gak Sepenuhnya Benar Mengenai Kepala Botak

[imagetag]
  Menurut sebuah penelitian di Amerika Serikat, hampir dua dari setiap tiga orang mengalami kebotakan ketika memasuki usia 60. Mereka yang mengalami rambut rontok di area tertentu itu mayoritas laki-laki.

Di sana, para penderita kebotakan bisa menghabiskan jutaan rupiah per tahun demi mengembalikan kepercayaan diri. Mereka menempuh berbagai perawatan mulai tradisional hingga pada teknologi modern.

Kondisi itu menunjukkan bahwa masalah kebotakan menciptakan krisis percaya diri, terutama bagi mereka yang peduli penampilan. Kondisi semakin buruk saat dihadapkan pada sejumlah mitos, seperti dikutip dari Health US News:



1. Rambut rontok warisan genetis dari ibu

 Mitos itu tidak sepenuhnya benar. Gen kebotakan yang utama adalah pada kromosom X yang didapatkan pria dari ibu mereka. Namun, faktor lain juga ikut berperan. Penelitian menunjukkan bahwa pria yang memiliki ayak botak lebih mungkin berisiko mengalami kebotakan.



2. Botak pertanda tua

 Meski umumnya menyerang di usia tua, namun masalah rambut rontok ini bisa menyerang siapa saja. Bahkan, mereka yang masih berada di rentang usia 20-30 tahun. Bagi anak muda, ini menjadi masalah yang benar-benar memperburuk kepercayaan diri. Kebotakan di usia muda menjadi masalah psikologis, bukan penanda fisik yang menua.



3. Penutup kepala mempercepat kebotakan

Tutup kepala tidak membuat rambut rontok. Namun, jaga kebersihan topi Anda dan pastikan ruang udara agar rambut masih bisa bernapas. Topi yang kotor dan jenis penutup kepala yang pengap dapat menyebabkan infeksi kulit kepala yang pada gilirannya dapat mempercepat rambut rontok.



4. Depresi dan stres picu kerontokanPernyataan tersebut belum sepenuhnya benar. Menurut Dermatologis, Gary Hitzig, stres fisik dan emosional tidak pernah meyebabkan kehilangan rambut. Jika rambut memang rontok, ia akan tumbuh kembali.



5. Cegah kerontokan berhenti memakai gel  Tidak perlu panik, jika Anda sering menggunakan gel rambut atau hairspray. Produk tersebut tidak dapat membuat kepala Anda botak. Begitu pula dengan penggunaan sampo, keramas terlalu sering, dan ketombe. Itu semua tidak berpengaruh terhadap kerontokan rambut.



6. Paparan matahari mempercepat kepala botak Mitos itu tidak benar. Berjemur matahari juga tidak perpengaruh terhadap kerontokan rambut.



7. Suplai karbohidrat membuat rambut rontok

 Seorang dematolog asal Klinik Cleveland, Wilwa Bergfeld, mengatakan karbohidrat dan daging merah memberikan nutrisi yang bermanfaat untuk kulit kepala. Penelitian Bergfeld yang terakhir menunjukkan bahwa kekurangan zat besi terkait erat dengan rambut rontok. Pengobatan dengan mengkonsumsi suplemen zat besi dapat mengembalikan pertumbuhan.







source
Baca Selengkapnya....!!